A. SEJARAH KAMPUNG
1. Sejarah Asal Nama Kampung
Layaknya kampung lain, kampung Tanjung Perepat memiliki latar belakang atau sejarah tersendiri. Mula-mula kampung Tanjung Perepat adalah merupakan hutan belantara yang belum terbentuk sebagai kampung. Untuk pertama kalinya timbul keinginan untuk membuka perkampungan diawali dari keluarga Daeng Tangnga asal Makassar, tetapi beliau gagal dan peninggalannya berupa kebun ada di RT III. Kemudian datang lagi keluarga dari Bapak Ambran asal Berau, tapi beliau juga gagal. Namun sampai saat ini peninggalan dan anak cucunya masih ada di RT II.
Setelah melalui beberapa proses, ketiga kalinya pada tahun 1918 datang lagi keluarga Kanjulung 8 (delapan) bersaudara berasal dari Tanjung Buaya-Buaya dengan maksud membuka kebun dan lahan untuk tanaman pohon kelapa.bapak Kanjulung beserta Pembakal dari Tanjung Buaya-Buaya yang bernama Bapak Sulaiman yang sama - sama hijrah ke Tanjung Perepat. Tetapi beliau tidak bertahan lama dan pindah ke Batu Putih. Berkat kerjasama dan bermodalkan tekad tak mengenal lelah, maka terbentuklah sebuah kampung yang tumbuh dan berkembang.
Terbentuknya kampung tersebut, maka para petuah-petuah kampung mulai berfikir untuk menentukan seorang pemimpin yang biasa mengurus orang banyak. Yang pada waktu itu bergelar dengan sebutan “PEMBAKAL” dan atas hasil kesepakatan dari orang-orang tua kampung maka diangkatlah bapak Kanjulung sebagai Pembakal pertama di Tanjung Perepat. Berkat kepemimpinan Bapak Kanjulung dan dibantu oleh tokoh-tokoh kampung pada waktu itu kampung Tanjung Perepat berkembang dan maju walaupun pada saat itu masih dalam penjajahan Jepang.
Pada waktu penjajahan Jepang, Pembakal Kanjulung di tangkap tentara Jepang karena masyarakatnya dituduh menyembunyikan tentara Belanda dan beliau dijebloskan ke dalam penjara dengan ancaman hukuman pancung, Penderitaan demi penderitaan serta siksaan yang dialami beliau dalam tahanan Jepang hanya karena melindungi rakyatnya, namun beliau tabah menghadapinya demi masa depan masyarakat dan kampung yang ia pimpin. “Bak bunga yang baru mekar” berkat kejujuran beliau dalam pemeriksaan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti sehingga beliau dibebaskan dan diberi tanda penghargaan serta kenang-kenangan dari Sultan Sambaliung satu buah meja Marmer dan beliau mendapat gelar “Punggawa Muda” sampai sekarang benda tersebut masih disimpan oleh anak cucunya. Setelah bebas, beliau kembali mengurus Kampung dan masyarakatnya.
Dari tahun 1918 beliau menjalani roda pemerintahan memimpin masyarakat Kampung Tanjung Perepat dan beliau merasa sudah tidak sanggup lagi memangku jabatan Pembakal, maka pada tahun 1952 beliau mengundurkan diri dan berhenti dari tugasnya karena merasa 30 tahun itu adalah waktu yang cukup lama untuk memegang sebuah tongkat kepemimpinan, dimana pengabdian beliau untuk bangsa dan Negara serta masyarakat kampung Tanjung Perepat. Tantangan, hambatan serta rintangan dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dari semua pihak. Dan atas persetujuan dari masyarakat kampung Tanjung Perepat waktu itu diangkatlah wakilnya yaitu Bapak Gammutu sebagai Pembakal yang kedua pada tahun 1952.
Masa kepemimpinan pembakal Gammutu waktu itu kampung Tanjung Perepat bertambah maju dan berkembang dan sudah memiliki batas wilayah yaitu :
Batas utara : Sungai Batu Sempit
Batas selatan: Sungai Serai yang bebatasan dengan kampung Biduk-Biduk.
Pada tahun 1952 Pulau Balikukup di serang bajak laut yang tidak memiliki sedikitpun rasa kemanusiaan hingga membawa korban jiwa, diantaranya polisi dan masyarakat lainnya. Dengan adanya kejadian tersebut maka masyarakat Balikukup mengungsi ke kampung Tanjung Perepat tepatnya di RT I Kalindakan dan pada tahun 1956 mereka pindah lagi ke Tanjung Perepat yang sekarang adalah RT IV.
Melihat sebagian wilayah Tanjung Perepat masih banyak yang kosong yang mana pada waktu itu hanya beberapa rumah saja yang ada di Pangobakan, Timbullah keinginan Pembakal Balikukup yaitu Bapak Antoyong hijrah ke Tanjung Perepat pada tahun 1956. Maka dimintalah wilayah Tanjung Perepat yang bernama Pangobakan untuk dijadikan sebatas perkampungan saja. Dengan hasil pembicaraan Pembakal Antoyong dengan Pembakal Gammutu yang waktu itu masing-masing masih bertugas, maka diberikanlah Pangobakan untuk dijadikan kampung yaitu pada tahun 1958 yang sekarang telah berubah nama menjadi “PANTAI HARAPAN”.
Pada tahun 1963 Pembakal Gammutu mengundurkan diri karena sudah lanjut usia, maka terpililah pada waktu itu bapak Hermansyah sebagai pembakal yang ketiga. Namun beliau tidak bertahan lama dan mengundurkan diri yang kemudian pindah ke kampung Batu Putih hingga sekarang, dan digantikan oleh pembakal Utong. Pembakal Utong memimpin kampung Tanjung Perepat mulai tahun 1971 sebagai pembakal keempat. Waktu kepemimpinan beliau kampung Tanjung Perepat berkembang dan maju di segala bidang sehingga masyarakat sangat senang dengan kepemimpinan. Kemudian setelah pembakal Utong berhenti dan digantikan oleh Pembakal Naning sebagai pembakal yang kelima memimpin kampung Tanjung Perepat dan pada tahun 1980 pembakal Naning berhenti dan di gantikan oleh pembakal Sani sebagai pembakal yang keenam sampai dengan tahun 1982. Sama halnya dengan pembakal lainnya beliau juga banyak membawa perubahan, namun sayang beliau mengundurkan diri sebelum berakhir masa tugasnya dan digantikan oleh pembakal Hasyim sebagai pembakal yang ketujuh sampai dengan tahun 1997. Dibawa kepemimpinan beliau telah banyak membawa perubahan diantaranya pembuatan jalan darat menuju kampung Batu Putih serta beberapa pembangunan di bidang lainnya. Tidak lama kemudian pembakal 41 Hasyim berhenti dan digantikan oleh pembakal Pistar sebagai pembakal yang kedelapan. Pembakal Pistar adalah putera dari pembakal Kanjulung yaitu pembakal pertama. Dan perlu diketahui pembakal Pistar ini juga berusaha membangun kampung sesuai dengan tuntutan zaman yaitu diantaranya pembangunan Surau di RT I Kalindakan, penimbunan jalan raya, dermaga sungai Kalindakan serta pemugaran rumah penduduk yang kurang mampu.
Tahun berganti tahun pertumbuhan penduduk kampung Tanjung Perepat semakin berkembang hingga tahun 2003 berjumlah 915 jiwa dan 198 kepala keluaraga yang terdiri dari 5 RT dan 2 RW. yang penduduknya terdiri dari suku Bajau, Bugis, Mandar, Berau, Banjar dan lain-lain. Walaupun bebeda-beda suku namun tetap satu dengan semboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA”. Berkat semangat persatuan dan kesatuan timbullah keinginan untuk memperingati Hari Jadi kampung Tanjung Perepat yang mana pertama kali di peringati pada tahun 1989 tepatnya tanggal 27 mei. Hasil dari pemikiran tokoh masyarakat dan dibantu oleh anggota masyarakat serta pengusaha-pengusaha di kampung Tanjung Perepat maka momen itu bisa dilaksanakan.
Sejak kepemimpinan pembakal Pistar banyak hal yang dapat dirasakan oleh masyarakat diantaranya bantuan-bantuan yang berasal dari pemerintah daerah atas permohonan yang diajukan oleh beliau untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kampung Tanjung Perepat. Dan contoh nyata dari bantuan tersebut khususnya nelayan adalah mesin Bodi Kapal serta peralatannya, pemugaran rumah penduduk yang kurang mampu dan lampu tenaga surya untuk RT I Kalindakan dengan tujuan agar masyarakatnya dapat menikmati pembangunan yang ada. Seperti pembangunan dermaga di RT I Kalindakan, Surau, Rumah Koperasi, dan kantor LPM serta pemugaran Balai Pertemuan Umum (BPU) serta pembangunan masjid Nurul Islam. Masih banyak pembangunan yang sudah di rencanakan oleh beliau namun semuanya belum bisa diwujudkan karena beliau jatuh sakit dan tidak sanggup lagi melanjutkan tugasnya yaitu tepatnya tanggal 03 Desember 2004, dan beliau mengundurkan diri dari jabatannya dan melimpahkan tugasnya sebagai kepala kampung kepada wakilnya yaitu bapak Hamsyah Hs sampai masa jabatannya habis. Dimasa jabatannya bapak Hamsyah Hs banyak memberikan andil dalam bidang pembangunan dan meneruskan pekerjaan yang belum terselesaikan oleh bapak Pistar.
Selama kurang lebih 2 (dua) tahun bapak Hamsyah Hs memegang jabatan sebagai kepala kampung, maka pada tanggal 20 Mei 2006 diadakanlah pemilihan pembakal baru dimana bapak Yandi Kurniawan maju dan terpilih sebagai pembakal atau yang kita kenal sekarang ini yaitu Kepala Kampung. Dalam kurun waktu selama 5 (lima) tahun bapak Yandi Kurniawan membawa perubahan besar dalam pembangunan di segala bidang. Kita bisa melihat wujud dari pembangunan yang ada seperti Kantor Kepala Kampung, Gedung PAUD, Gedung BPU, Rehab sekolah, jalan raya dan lain lain. Masyarakat Tanjung Perepat merasa senang dengan perkembangan yang ada sehingga ketika dilaksanakan pemilihan Kepala Kampung untuk periode 2011 – 2016 beliau terpilih kembali. Setelah habis jabatannya maka dipegang oleh Bapak Asril sebagai Plt. Kepala Kampung hingga dilantiknya kepala Kampung Bapak Yandi Kurniawan untuk periode 2017-2023. Dan di periode ini pembangunan di kampung Tanjung Perepat semakin maju dan mampu bersaing dengan 5 (lima) kampung lainnya yang ada di Kecamatan Biduk-Biduk. Hal yang nyata dapat kita lihat diantaranya adalah Pembangunan Mesjid Nurul Islam, Pemugaran Puskesmas Pembantu, Pembuatan Rumah Guru, Pembangunan Pelabuhan Wisata Nyiur Melambai, Pasar Desa, Bangunan TK, Pembuatan Beronjong, Bangunan Posyandu, pembangunan jembatan di RT V, pemagaran lapangan sepak bola, pembangunan rumah sehat dan lain-lain. Situs Sejarah Kampung Tanjung Perepat tidak memiliki situs sejarah, tetapi masih memiliki barang peninggalan dari nenek moyang suku suku bajau berupa gong dan kolintang. Gong dan Kolintang ini dulu digunakan sebagai prosesi buang naas di Kampung Tanjung Perepat. Selain itu, Kolintang biasanya juga di gunakan dalam prosesi pernikahan suku Bajau. Saat ini peninggalan tersebut dimiliki oleh Pak Poyok dan Keluarga. Saat ini gong dan kolintang tersebut digunakan utuk kepercayaan orang yang terkena penyakit magis, juga terdapat kotak sirih peninggalan orang bajau dizaman dahulu Peninggalan benda pusaka suku bajau dari zaman dahulu yang masih tersimpan di Kampung Tanjung Perepat P Kolintang merupakan alat musik tradisional suku Bajau.
2. Situs Sejarah
Kampung Tanjung Perepat tidak memiliki situs sejarah, tetapi masih memiliki barang peninggalan dari nenek moyang suku suku bajau berupa gong dan kolintang. Gong dan Kolintang ini dulu digunakan sebagai prosesi buang naas di Kampung Tanjung Perepat. Selain itu, Kolintang biasanya juga di gunakan dalam prosesi pernikahan suku Bajau. Saat ini peninggalan tersebut dimiliki oleh Pak Poyok dan Keluarga. Saat ini gong dan kolintang tersebut digunakan utuk kepercayaan orang yang terkena penyakit magis, juga terdapat kotak sirih peninggalan orang bajau dizaman dahulu. Peninggalan benda pusaka suku bajau dari zaman dahulu yang masih tersimpan di Kampung Tanjung Perepat P Kolintang merupakan alat musik tradisional suku Bajau
3. Adat Istiadat, Bahasa dan Budaya
Suku bangsa yang ada di Kampung Tanjung Perepat majemuk hal ini dilihat dari banyaknya suku bangsa yang ada, meskipun banyak suku bangsa yang ada tetapi kondisi Kampung Tanjung Perepattetap aman dan Damai. Adapun bahasa yang lazim digunakan selain Bahasa Indonesia adalah Bahasa Bajau dan Bahasa Banua (Berau).
Suku Bangsa
Jumlah
Bajau
377
Berau
88
Bugis
383
Banjar
44
Mandar
81
Dayak
9
Manado
6
Batak
5
Flores
15
Kaiyli
6
Buton
8
Makasar
3
Tionghoa
28
Kutai
7
Jawa
48
Sunda
7
Palopo
21
Lombok
2
Melayu
3
Jumlah
1141
Budaya Bajau yang masih dilakukan yakni berupa Tari Dalling dimana makna tarian ini menggambarkan sifat dan prilaku burung linggisan, yaitu selalu bergembira, setia kawan perduli antar sesamanya. Sifat ini memaknakan bentuk jiwa dan kepribadian masyarakat yang akur tenteram dan penuh kedamaian serta saling menjaga keutuhan antara satu dengan lainya, tarian ini pula sering ditampilkan di kabupaten berau pada pesta perkawinan, pesta tasmiyahan, sunatan, penyambutan tamu dan acara lainnya.
4. Agama dan Keberagaman
Agama yang ada di Kampung Tanjung Perepat mayoritas adalah agama Islam. Umat muslim yang ada cukup taat dimana selalu ada sholat berjamaah sebanyak lima kali di Masjid. Di majid Nurul Iman Kampung Tanjung Perepat memiliki satu imam masjid, satu dai masjid, satu orang penghulu, dua orang bilal, khatib sebanyak dua orang. Dan sekarang lebih di permudah karena adanya Surau/Musholla setiap RT, RT.01 Surau AL MUTTAQIN , RT.02 Surau AL HIDAYAH RT.06 Surau AT.TAQWA dan RT.5 Surau NURUL IMAN. Sehingga akses masyarakat untuk beribadah lebih 46 mudah dan lebih dekat , tetapi untuk beribadah sholat Jum’at tetap dilaksanakan di Mesjid NURUL ISLAM yang letaknya di RT.4
5. Politik, Hukum, dan Keamanan
Wilayah Tanjung Perepat yang cukup luas dengan terserbarnya pemukiman membuat Tanjung Perepat memiliki setiap RT yang memiliki nama lokal yang biasa masyarakat gunakan seperti : RT 1 : Kalendakan RT 2 : Sungai Sukur RT 3 : Tanjung Butun - RT 4 : Tong Pahapat - RT 5 : Sungai Santing - RT 6 : Sungai Muhammad
6.
8. Perkembangan Perekonomian Kampung
Kampung Tanjung PerepatdariTahunkeTahunmengalamiperkembangandalamhalperekonomian. Tanjung Perepatmemilikiragambidang yang dikuasainyadalamhalperekonomiansepertisaatini yang berjalanyaituekonomikreatif yang dimilikibeberapamasyarakat Kampung Tanjung Perepat, sebagaiberikut:
a. Kerajinan Batok Kelapa
Kerajinan tangan yang ada di Kampung Tanjung Perepatdiinisiasi oleh Wulan Novasari, sebagaianggotadari AKRAB diamemilikiwawasan dan pandangan yang cukupluasmengenaikerajinanberbahandasarlimbahbatokkelapa dan kayukelapa yang banyakditemukan di Kampung Tanjung Perepat. Hasil kerajinanyapernahdipamerkan di acara DEKRANAS (Dewan Kerajinan Nasional) di Jakarta dan saatinikerajinanyabekerjasamadengan BUMK Kampung Tanjung Perepatbersamadenganhasilprodukolahan yang ada di Kampung Tanjung Perepatdijual di galeri BUMK di Pasar Wisata Nyiur Melambai Kampung Tanjung Perepat. Selain itu juga adakerajinananyamantikar yang berbahandasar pandan. Produkanyaman pandan yang masihproduksisampaisekarangadalahprodukdariibu Munning.
Kerajinan Batok dan Kayu Kelapa yang berasal dari limbah yang sangat banyak di Kampung Tanjung Perepat
b. Produk Makanan
Bersama dengan BUMK Produkmakanan Kampung Tanjung Perepatberupamakanankhas Bajau dan olahanhasil ikan dan lainnyaseriusdigarap. Beberapa para penggiatusahahasilmakanan di Kampung Tanjung Perepatyang telahmengikutisertifikasikeamananpanganuntukmendapatkanizin PIRT juga tetapmengembangkanusahanya agar selanjutnyabisamendapatkansertifikasi Halal yang akandifasilitasi oleh Pemerintah Kampung.Diharapkandenganterbitnya PIRT dan Sertifikasi Halal,penggiatusahaolahanmakananakanmencobamenjualprodukolahanyahinggakeibukotaKabupatenyakni Tanjung Redeb, tingkatProvinsimaupuntingkat Nasional dengan Teknik pemasaran yang tidakhanya offline tetapi juga online.
9. Pertanian dan Daya Dukung Alam
1. Jenis Tanaman
Kebanyakan masyarakat Kampung Tanjung Perepat yang bekerja sebagai petani lebih memilih komoditas yang mudah dirawat seperti Pisang, Jagung, Buah Naga, Ubi Jalar, Lombok. Masyarakat lebih banyak untuk menjual hasil pertanian yang ada disekitaran kampung, jarang sekali hasil pertanian yang ada di Kampung Tanjung Perepat. Masih belum ada petani yang benar benar fokus dibidang pertanian karena kebanyakan masyarakat pesisir lebih cenderung memilih pergi melaut untuk mencari ikan. Akan tetapi pada tahun ini sudah ada beberapa masyarakat mulai membuka lahan dan menanam bibit kelapa sawit.
2. Perkebunan
Kelapa merupakan komoditas utama Kecamatan Biduk-biduk, seperti juga Kampung Tanjung Perepat. Kelapa yang ada saat ini masih belum dikelola lebih lanjut untuk mengingkatkan nilai jualnya. Kelapa yang ada masih dijual berupa kelapa yang telah dikupas kulitnya dan tinggal batok dan isinya untuk dijual ke Tanjung Redeb. Harga kelapa yang dibeli berkisaran antara Rp. 2.300 – Rp. 3.200 dan dijual di Tanjung Redeb dengan harga Rp. 5.000 – Rp. 7.000. Hasil sampingan dari kelapa berupa sabut digunakan untuk membakar ikan dan batok terkadang hanya digunakan untuk membuat arangTetapi, sekarang batok kelapa juga sudah mulai dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti gantungan kunci, toples dan lain-lain.
3. Peternakan
Peternakan di Kampung Tanjung Perepat kebanyakan hanya sekedar memelihara hewan ternak sebagai pemenuhan kebutuhan sendiri dan beberapa untuk diperjual belikan seperti ayam kampung, sapi dan kambing. Hanya ada satu peternakan di Kalendakan RT yaitu peternakan sapi. Untuk Kambing dan ayam kampung, kebanyakan peternak membuat kandang sendiri didekat rumahnya agar lebih mudah untuk mengawasi hewan ternaknya. Selain untuk dikonsumsi sendri, kebanyakan hewan ternak juga diperjual belikan. Kampung Tanjung Perepat juga memiliki satu peternakan ayam potong yang terletak di RT 06. Peternakan ini memasok hampir seluruh komoditas ayam potong di Kecamatan Biduk-biduk.
4. Kehutanan
Potensi kehutanan yang ada di Kampung Tanjung Perepat cukup banyak, potensi kayu hutan khas Kalimantan ada di Kampung Tanjung Perepat seperti : Meranti, Ulin, Kapur, Bengkirai. Beberapa potensi yang ada ini sebagian sudah diambil dan dimanfaatkan untuk pembuatan bangunan rumah untuk Masyarakat Kampung Tanjung Perepat sendiri, dan beberapa juga di ambil dan diproduksi oleh perusahaan yang ada di Kampung Tanjung Perepat.
10. Pendidikan dan Kesehatan
Selama kurang lebih 2 (dua) tahun bapak Hamsyah Hs memegang jabatan sebagai Plt. kepala kampung, maka pada tanggal 20 Mei 2006 diadakanlah pemilihan pembakal baru dimana bapak Yandi Kurniawan maju dan terpilih sebagai pembakal atau yang kita kenal sekarang ini yaitu Kepala Kampung. Dalam kurun waktu selama 5 (lima) tahun bapak Yandi Kurniawan membawa perubahan besar dalam pembangunan di segala bidang. Kita bisa melihat wujud dari pembangunan yang ada seperti Kantor Kepala Kampung, Gedung PAUD, Gedung BPU, Rehab sekolah, jalan raya dan lain lain.
Masyarakat Tanjung Perepat merasa senang dengan perkembangan yang ada sehingga ketika dilaksanakan pemilihan Kepala Kampung untuk periode 2011 – 2016 beliau terpilih kembali. Setelah habis jabatannya maka dipegang oleh Bapak Asril sebagai Plt. Kepala Kampung hingga dilantiknya kepala Kampung Bapak Yandi Kurniawan untuk periode 2017-2023. Dan di periode ini pembangunan di kampung Tanjung Perepat semakin maju dan mampu bersaing dengan 5 (lima) kampung lainnya yang ada di Kecamatan Biduk-Biduk. Hal yang nyata dapat kita lihat diantaranya adalah Pembangunan Mesjid Nurul Islam, Pemugaran Puskesmas Pembantu, Pembuatan Rumah Guru, Pembangunan Pelabuhan Wisata Nyiur Melambai, Pasar Desa, Bangunan TK, Pembuatan Beronjong, Bangunan Posyandu, pembangunan jembatan di RT V, pemagaran lapangan sepak bola, pembangunan rumah sehat dan lain-lain. Situs Sejarah Kampung Tanjung Perepat tidak memiliki situs sejarah, tetapi masih memiliki barang peninggalan dari nenek moyang suku suku bajau berupa gong dan kolintang. Gong dan Kolintang ini dulu digunakan sebagai prosesi buang naas di Kampung Tanjung Perepat. Selain itu, Kolintang biasanya juga di gunakan dalam prosesi pernikahan suku Bajau, yaitu Mag’nikakan. Saat ini peninggalan tersebut dimiliki oleh Pak Poyok dan Keluarga. Saat ini gong dan kolintang tersebut digunakan utuk kepercayaan orang yang terkena penyakit magis, juga terdapat kotak sirih peninggalan orang bajau dizaman dahulu 43 Peninggalan benda pusaka suku bajau dari zaman dahulu yang masih tersimpan di Kampung Tanjung PerepatKolintang merupakan alat musik tradisional suku Bajau.
11. Terbentuknya Kampung Secara Administrasi
Kampung Tanjung Perepatberada di KecamatanBiduk-Biduk, Kabupaten Berau Provinsi Kalimanta Timur. terbentuknya kampung tersebut, maka para petuah-petuah kampung mulai berfikir untuk menentukan seorang pemimpin yang biasa mengurus orang banyak. Yang pada waktu itu bergelar dengan sebutan “PEMBAKAL” dan atas hasil kesepakatan dari orang-orang tua kampung maka diangkatlah bapak Kanjulung sebagai Pembakal pertama di Tanjung Perepat. Berkat kepemimpinan Bapak Kanjulung dan dibantu oleh tokoh-tokoh kampung pada waktu itu kampung Tanjung Perepat berkembang dan maju walaupun pada saat itu masih dalam penjajahan Jepang. Saat itu, terbentuk para Pembakal yang mempimpin masa Kepemerintahan Kampung Tanjung Perepat. Adapun Kepala Kampung Tanjung PerepatyaitusebagaiBerikut:
a. Kanjulung
Dari tahun 1918 beliau menjalani roda pemerintahan memimpin masyarakat Kampung Tanjung Perepat dan beliau merasa sudah tidak sanggup lagi memangku jabatan Pembakal, maka pada tahun 1952 beliau mengundurkan diri dan berhenti dari tugasnya karena merasa 30 tahun itu adalah waktu yang cukup lama untuk memegang sebuah tongkat kepemimpinan, dimana pengabdian beliau untuk bangsa dan Negara serta masyarakat kampung Tanjung Perepat. Tantangan, hambatan serta rintangan dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dari semua pihak.
b. Gamuttu
Dan atas persetujuan dari masyarakat kampung Tanjung Perepat waktu itu diangkatlah wakilnya yaitu Bapak Gammutu sebagai Pembakal yang kedua pada tahun 1952.
Masa kepemimpinan pembakal Gammutu waktu itu kampung Tanjung Perepat bertambah maju dan berkembang dan sudah memiliki batas wilayah yaitu :
Batas utara : Sungai Batu Sempit
Batas selatan: Sungai Serai yang bebatasan dengan kampung Biduk-Biduk.
Pada tahun 1952 Pulau Balikukup di serang bajak laut yang tidak memiliki sedikitpun rasa kemanusiaan hingga membawa korban jiwa, diantaranya polisi dan masyarakat lainnya. Dengan adanya kejadian tersebut maka masyarakat Balikukup mengungsi ke kampung Tanjung Perepat tepatnya di RT I Kalindakan dan pada tahun 1956 mereka pindah lagi ke Tanjung Perepat yang sekarang adalah RT IV.
Melihat sebagian wilayah Tanjung Perepat masih banyak yang kosong yang mana pada waktu itu hanya beberapa rumah saja yang ada di Pangobakan, Timbullah keinginan Pembakal Balikukup yaitu Bapak Antoyong hijrah ke Tanjung Perepat pada tahun 1956. Maka dimintalah wilayah Tanjung Perepat yang bernama Pangobakan untuk dijadikan sebatas perkampungan saja. Dengan hasil pembicaraan Pembakal Antoyong dengan Pembakal Gammutu yang waktu itu masing-masing masih bertugas, maka diberikanlah Pangobakan untuk dijadikan kampung yaitu pada tahun 1958 yang sekarang telah berubah nama menjadi “PANTAI HARAPAN”.
c. Hermansyak
Pada tahun 1963 Pembakal Gammutu mengundurkan diri karena sudah lanjut usia, maka terpililah pada waktu itu bapak Hermansyah sebagai pembakal yang ketiga. Namun beliau tidak bertahan lama dan mengundurkan diri yang kemudian pindah ke kampung Batu Putih hingga sekarang, dan digantikan oleh pembakal Utong.
d. Utong
Pembakal Utong memimpin kampung Tanjung Perepat mulai tahun 1971 sebagai pembakal keempat. Waktu kepemimpinan beliau kampung Tanjung Perepat berkembang dan maju di segala bidang sehingga masyarakat sangat senang dengan kepemimpinan. Kemudian setelah pembakal Utong berhenti dan melepaskan masa jabatannya.
e. Naning
Pembakal Naning sebagai pembakal yang kelima memimpin kampung Tanjung Perepat dan pada tahun 1980 pembakal Naning berhenti dan di gantikan oleh pembakal Selanjutnya.
f. Sani
Sani sebagai pembakal yang keenam sampai dengan tahun 1982. Sama halnya dengan pembakal lainnya beliau juga banyak membawa perubahan, namun sayang beliau mengundurkan diri sebelum berakhir masa tugasnya dan digantikan oleh pembakal Lainnya.
g. Hasyim
Hasyim sebagai pembakal yang ketujuh sampai dengan tahun 1997. Dibawa kepemimpinan beliau telah banyak membawa perubahan diantaranya pembuatan jalan darat menuju kampung Batu Putih serta beberapa pembangunan di bidang lainnya. Tidak lama kemudian pembakal Hasyim berhenti dan digantikan oleh pembakal Pistar sebagai pembakal yang kedelapan.
h. Pistar
Pembakal Pistar adalah putera dari pembakal Kanjulung yaitu pembakal pertama. Dan perlu diketahui pembakal Pistar ini juga berusaha membangun kampung sesuai dengan tuntutan zaman yaitu diantaranya pembangunan Surau di RT I Kalindakan, penimbunan jalan raya, dermaga sungai Kalindakan serta pemugaran rumah penduduk yang kurang mampu.
Tahun berganti tahun pertumbuhan penduduk kampung Tanjung Perepat semakin berkembang hingga tahun 2003 berjumlah 915 jiwa dan 198 kepala keluaraga yang terdiri dari 5 RT dan 2 RW. Penduduknya terdiri dari suku Bajau, Bugis, Mandar, Berau, Banjar dan lain-lain. Walaupun bebeda-beda suku namun tetap satu dengan semboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA”. Berkat semangat persatuan dan kesatuan timbullah keinginan untuk memperingati Hari Jadi kampung Tanjung Perepat yang mana pertama kali di peringati pada tahun 1989 tepatnya tanggal 27 mei. Hasil dari pemikiran tokoh masyarakat dan dibantu oleh anggota masyarakat serta pengusaha-pengusaha di kampung Tanjung Perepat maka momen itu bisa dilaksanakan.
Sejak kepemimpinan pembakal Pistar banyak hal yang dapat dirasakan oleh masyarakat diantaranya bantuan-bantuan yang berasal dari pemerintah daerah atas permohonan yang diajukan oleh beliau untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kampung Tanjung Perepat. Dan contoh nyata dari bantuan tersebut khususnya nelayan adalah mesin Bodi Kapal serta peralatannya, pemugaran rumah penduduk yang kurang mampu dan lampu tenaga surya untuk RT I Kalindakan dengan tujuan agar masyarakatnya dapat menikmati pembangunan yang ada. Seperti pembangunan dermaga di RT I Kalindakan, Surau, Rumah Koperasi, dan kantor LPM serta pemugaran Balai Pertemuan Umum (BPU) serta pembangunan masjid Nurul Islam. Masih banyak pembangunan yang sudah di rencanakan oleh beliau namun semuanya belum bisa diwujudkan karena beliau jatuh sakit dan tidak sanggup lagi melanjutkan tugasnya.
i. HamsyahHs
Pada tanggal 03 Desember 2004, dan beliau mengundurkan diri dari jabatannya dan melimpahkan tugasnya sebagai kepala kampung kepada wakilnya yaitu bapak Hamsyah Hs sampai masa jabatannya habis. Dimasa jabatannya bapak Hamsyah Hs banyak memberikan andil dalam bidang pembangunan dan meneruskan pekerjaan yang belum terselesaikan oleh bapak Pistar. Selama kurang lebih 2 (dua) tahun bapak Hamsyah Hs memegang jabatan sebagai kepala kampung.
j. Yandi Kurniawan
maka pada tanggal 20 Mei 2006 diadakanlah pemilihan pembakal baru dimana bapak Yandi Kurniawan maju dan terpilih sebagai pembakal atau yang kita kenal sekarang ini yaitu Kepala Kampung. Dalam kurun waktu selama 5 (lima) tahun bapak Yandi Kurniawan membawa perubahan besar dalam pembangunan di segala bidang. Kita bisa melihat wujud dari pembangunan yang ada seperti Kantor Kepala Kampung, Gedung PAUD, Gedung BPU, Rehab sekolah, jalan raya dan lain lain. Masyarakat Tanjung Perepat merasa senang dengan perkembangan yang ada sehingga ketika dilaksanakan pemilihan Kepala Kampung untuk periode 2011 – 2016 beliau terpilih kembali.
Pada masa jabatannyaKepala Kampung, mengundang seluruh Tokoh-tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat untuk memilih dan mengusulkan calon Ketua dan anggota BPK dan pengurus RT, atas kesepakatan dan persetujuan bersama yang kemudian ditetapkan melalui Keputuan Kepala Kampung No 01 tahun 2002, Pada Tahun 2012-2018, tentang Penentuan anggota BPK yang dilakukan dengan Cara Musyawarah dan mufakat ditunjuklah pengurus lembaga BPK dan RT sebagai berikut :
Nama
Jabatan
H. Aliadi
Ketua BPK
Hepni
Wakil Ketua BPK
Musli
Sekretaris BPK
Bahtiar
Anggota BPK
Ahmad Jais
Anggota BPK
M.Ali
Ketua RT 1
Darwis
Ketua RT 2
Achmad Lukman
Ketua RT 3
Padli
Ketua RT 4
Junaid
Ketua RT 5
Ribut Wibisono
Ketua RT 6
Pengurus Lembaga BPKditetapkan melalui Keputusan Kepala Kampung No 02 Tahun 2012, pada Tahun 2012-2028 tentang nama-nama pengurus dan anggota BPK TanjungPerepat,dan disahkan oleh Bupati Berau melalui Keputuan Bupati No 55 tahun 2013, Pada Tahun 2013, tentang pengesahan Badan Perwakilan Kampung (BPK) TanjungPerepat Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau. Sedangkan Pengurus Lembaga RT ditetapkan melalui KeputusanKepala kampung No : 03 tahun 2012,tanggal Pada Tahun 2012-2018, Tentang Pengangkatan Ketua-Ketua RT di wilayah Kampung TanjungPerepat.
12. Kepemimpinan Pemerintahan Kampung
Kepemimpinan Kampung Tanjung Perepat pada saatitumulaiterstrukturdengankepemimpinan yang baik. Pada masa itu, pembangunan di kampung Tanjung Perepat semakin maju dan mampu bersaing dengan 5 (lima) kampung lainnya yang ada di Kecamatan Biduk-Biduk. Hal yang nyata dapat kita lihat diantaranya adalah Pembangunan Mesjid Nurul Islam, Pemugaran Puskesmas Pembantu, Pembuatan Rumah Guru, Pembangunan Pelabuhan Wisata Nyiur Melambai, Pasar Desa, Bangunan TK, Pembuatan Beronjong, Bangunan Posyandu, pembangunan jembatan di RT V, pemagaran lapangan sepak bola, pembangunan rumah sehat dan lain-lain. Situs Sejarah Kampung Tanjung Perepat tidak memiliki situs sejarah, tetapi masih memiliki barang peninggalan dari nenek moyang suku suku bajau berupa gong dan kolintang. Gong dan Kolintang ini dulu digunakan sebagai prosesi buang naas di Kampung Tanjung Perepat. Selain itu, Kolintang biasanya juga di gunakan dalam prosesi pernikahan suku Bajau. Saat ini peninggalan tersebut dimiliki oleh Pak Poyok dan Keluarga. Saat ini gong dan kolintang tersebut digunakan utuk kepercayaan orang yang terkena penyakit magis, juga terdapat kotak sirih peninggalan orang bajau dizaman dahulu Peninggalan benda pusaka suku bajau dari zaman dahulu yang masih tersimpan di Kampung Tanjung Perepat P Kolintang merupakan alat musik tradisional suku Bajau.
a. Yandi Kurniawan
Yandi Kurniawan terpilih sebagai Kepala Kampung pada Tahunmelalui pemilihan umum pada Tahun 2012-2018 untuk masa jabatan selama 5 (Lima) Tahun. Agar fungsi pelayanan dapat dilakukan secara optimal dan efisien, melalui Peraturan Kampung No : 03 Tahun 2012, Pada Tahun 2012- 2018 Tentang Pembentukan Rukun Tetangga (RT) Kampung Tanjung PerepatBiduk-Biduk Kabupaten Berau , maka Kampung Tanjung Perepatmenjadi 6 (Enam) RT. Dengan susunan sebagai berikut :
Nama
Jabatan
M. Ali
Ketua RT 1
Darwis
Ketua RT 2
Achmad Lukman
Ketua RT 3
Padli
Ketua RT 4
Junaid
Ketua RT 5
Ribut Wibisono
Ketua RT 6
Ditetapkan melalui Keputusan kepala kampung No : 05 Tahun 2012 ,Pada Tahun 2012-2018, Tentang pemberhentian dan pengangkatan Ketua Rukun Tetangga (RT) Kampung TanjungPerepat, Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau.
Selain Itu, kepemimpinan Bapak Yandi Kurniawan Juga dibantu oleh Aparatur Kampung seperti :
Nama
Jabatan
Hamsyah
Sekretaris
Yuliana
Kaur Umum
Herlita, SE
Kaur Pemerintahan
Imanuddin
Kaur Pembangunan
Masih di tahun pemerintahan Bapak Yandi Kurniawan, padaTahun 2012-2018, dilakukan Pemilihan secara langsung terhadap Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), terpilih 5 (Lima) orang sebagai berikut:
Nama
Jabatan
H. Aliadi
Ketua BPK
Hepni
Wakil BPK
Musli
Sekretaris BPK
Bahtiar
Anggota BPK
Ahmad Jais
Anggota BPK
Ditetapkan dengan Keputuan Kepala Kampung : No 03 tahun 2018, Tentang Calon Terpilih Anggota BPK,TanjungPerepat Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau dan diusulkan untuk dilantik oleh Bupati Berau. Masa jabatan Bapak Yandi Kurniawan berakhir pada Tahun2018.
b. Yandi Kurniawan
Bapak Yandi Kurniawan. Terpilih sebagai Kepala Kampung kedua berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Berau Nomor 656 Tahun 2017 dan dilantik pada Tahun2018 untuk masa jabatan selama 6 (Enam) Tahun. Kepemimpinan Bapak Yandi Kurniawan dibantu oleh RT yang menjabat saat kepemimpinannya, yaitu:
Nama
Jabatan
M. Ali
Ketua RT 1
Pahwania
Ketua RT 2
Achmad Lukman
Ketua RT 3
Saripuddin
Ketua RT 4
Kres Narwanto
Ketua RT 5
Muriansyah
Ketua RT 6
Selain Itu, kepemimpinan Bapak Yandi Kurniawan Juga dibantu oleh Aparatur Kampung seperti :
Nama
Jabatan
Asril
Sekretaris
Herlita, SE
Kaur Keuangan
Ari Subani
Kaur Perencanaan
Yuliana
Kasi Pemerintahan
Usman Ependi
Kasi Pembangunan
Diki Ariadi
Kasi Kesejahteraan
Masih di tahun pemerintahan Bapak Yandi Kurniawan, pada Tahun 2018-2023 dilakukan Pemilihan secara langsung terhadap Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), terpilih 5 (Lima) orang sebagai berikut:
Nama
Jabatan
Harun
Ketua BPK
Indriasih
Wakil Ketua BPK
H. Aliadi
Sekretaris BPK
Bahtiar
Anggota BPK
Bustami
Anggota BPK
Ditetapkan dengan Surat Keputuan Bupati: Nomor286 tahun 2018, Tentang PengesahanBadan Permusyawaratan Kampung (BPK) KampungTanjungPerepatKecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau. Masa jabatan Bapak Yandi Kurniawanberakhir pada Tahun2023.
c. Rahman
Bapak Rahman terpilih sebagai Kepala Kampung selanjutnyaberdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Berau 568Tahun 2021dan dilantik pada tanggal 22 Desember 2023 untuk masa jabatan selama 8(Delapan) Tahun. Kepemimpinan Bapak Rahman dibantu oleh RT yang menjabat saat kepemimpinannya, yaitu:
Nama
Jabatan
M. Ali
Ketua RT 1
Pahwania
Ketua RT 2
Achmad Lukman
Ketua RT 3
Saripuddin
Ketua RT 4
Kres Narwanto
Ketua RT 5
Muriansyah
Ketua RT 6
Selain Itu, kepemimpinan Bapak Rahman Juga dibantu oleh Aparatur Kampung seperti :
Nama
Jabatan
Usman Ependi
Sekretaris
Herlita, SE
Bendahara
Misra Yanti, S.s
Kaur Umum Dan Perencanaan
Yuliana, S.A.P
KasiPemerintahan
Diki Ariadi
Kasi Kesejahteraan
Ari Subani
Kasi Pelayanan
Puad Hasanuddin
Admin Kampung
Masa jabatan Bapak Rahman dimulai pada tanggal bulan Desember tahun 2023 hingga tahun 2029.
B. PETA DAN KONDISI KAMPUNG
1.
Peta Kampung
Batas Wilayah Kampung
Utara
Kampung AmpelMedangKec.Batu Putih
Selatan
Kampung Pantai Harapan Kec.Biduk-Biduk
Barat
Kutai Timur
Timur
Selat Makassar
Obitasi
Jarak daripusatKecamatan
22 KM
Jarak dari Ibu Kabupaten
280 KM
Jarak dari Ibu kotaProvinsi
1. Batas dan Luas Wilayah
Secara administratis batas Kampung Tanjung Perepat jika dilihat adalah sebagai berikut :
Batas administrasi Kampung Tanjung Perepattidakadamasalahsehinggatidakadapermasalahan yang terjadidengan kampung sebelahyakni Kampung AmpenMedang dan Kampung Pantai Harapan. Luas Kampung Perepatyakni 14.603,37Ha. Kampung Tanjung Perepatmenyesuaikandenganpetaindikatifdari Dinas Tata Ruang dan Wilayah KabupatenBeraudibagimenjadibeberapakonsesiyakni : Hutan ProduksidariHanurata Choi Ltd. seluas 1.235 Ha dan Area Perkebunan kelapasawitdari PT. Tunas Alam Nusantara ( PT. TAN) 6781 Ha, Banuanta Prima Utama 1165,1 Ha pt. Inti energiutamaKaltimseluas 0,797 Ha dan sisanya APL yang terdiridari area pemukiman, kebunwarga dan lahanlainnyaseluas 5.021 Ha.
2. Kondisi Kampung
A. Potensi Sumber Daya Alam
1) Potensi Umum
a) Batas Wilayah
Kampung TanjungPerepat terletak didalam Wilayah Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur yang berbatasan dengan:
Sebelah Utara
:
Kampung AmpenMedangKec. Biduk-Biduk
Sebelah Timur
:
Kampung Pantai Harapan Kec. Biduk-Biduk
Sebelah selatan
:
Kutai Timur
Sebelah Barat
:
Selat Makssar
b) Luas Wilayah MenurutPenggunaan
Tanah sawah
:
-
Tanah Tegalan/Ladang
:
-
Pemukiman
:
5.021 Ha
Pekarangan
:
-
Perkebunan
:
Tanah Bengkok
:
-
LapanganOlahraga
:
6.600
PerkantoranPemerintah
:
TempatPemakaman Umum
:
BangunanSekolah
:
-
Pertokohan
:
-
Jalan
:
Usaha Perikanan
:
-
Hutan Rakyat
:
c) Iklim
Curah Hujan
:
2348 mm
Jumlah bulan hujan
:
4 Bulan
Kelembapan
:
-
Suhu rata-rata harian
:
360C
Tinggi tempat dari permukaan laut
:
0-278 m dpl.
d) Orbitasi
Jarak ke Kecamatan
:
22 Km
Lama jarak tempuh ke IbukotaKecamatan dengan kendaraan bermotor
:
0,5 Jam
Jarak ke Ibukota Kabupaten
:
280 KM
Lama jarak tempuh ke Ibukota Kabupatendengan kendaraan bermotor
:
6 Jam
Jarak ke Ibukota Provinsi
:
-
Lama jarak tempuh ke Ibukota Provinsi dengan kendaraan bermotor
:
18 jam
2) Pertanian Daya Dukung Alam
a. Jenis Tanaman
Kebanyakanmasyarakat Kampung Tanjung Perepat yang bekerjasebagaipetanilebihmemilihkomoditas yang mudahdirawatseperti Pisang, Jagung, Buah Naga, Ubi Jalar, Lombok. Masyarakat lebihbanyakuntukmenjualhasilpertanian yang adadisekitaran kampung, jarangsekalihasilpertanian yang ada di Kampung Tanjung Perepat. Masih belumadapetani yang benarbenarfokusdibidangpertaniankarenakebanyakanmasyarakatpesisirlebihcenderung memilihpergimelautuntukmencari ikan. Akan tetapi pada tahun ini sudah ada beberapa masyarakat mulai membuka lahan dan menanam bibit kelapa sawit.
3) Perkebunan
a. Perkebunan
KelapamerupakankomoditasutamaKecamatanBiduk-biduk, seperti juga Kampung Tanjung Perepat. Kelapa yang adasaatinimasihbelumdikelolalebihlanjutuntukmengingkatkannilaijualnya. Kelapa yang adamasihdijualberupakelapa yang telahdikupaskulitnya dan tinggalbatok dan isinyauntukdijualkeTanjung Redeb. Harga kelapa yang dibeliberkisaranantara Rp. 2.300 – Rp. 3.200 dan dijual di Tanjung Redebdenganharga Rp. 5.000 – Rp. 7.000. Hasil sampingandarikelapaberupasabutdigunakanuntukmembakar ikan dan batokterkadanghanyadigunakanuntukmembuatarang.Tetapisekarangbatokkelapa juga sudahmulaidimanfaatkansebagaibahankerajinansepertigantungankunci, toples dan lain-lain.
4) Kehutanan
Potensikehutanan yang ada di Kampung Tanjung Perepatcukupbanyak, potensikayuhutankhas Kalimantan ada di Kampung Tanjung Perepatseperti : Meranti, Ulin, Kapur, Bengkirai. Beberapapotensi yang adainisebagiansudahdiambildan dimanfaatkanuntukpembuatanbangunanrumahuntuk Masyarakat Kampung Tanjung Perepatsendiri, dan beberapa juga di ambil dan diproduksioleh perusahaan yang ada di Kampung Tanjung Perepat.
5) Peternakan
a. Jumlah dan Jenis Ternak
Peternakan di Kampung Tanjung Perepatkebanyakanhanyasekedarmemeliharahewanternaksebagaipemenuhankebutuhansendiri dan beberapauntukdiperjualbelikansepertiayam kampung,sapi dan kambing.Hanya adasatupeternakan di Kalendakan RTyaitupeternakansapi.UntukKambing dan ayam kampung, kebanyakanpeternakmembuatkandangan sendirididekatrumahnya agar lebihmudahuntukmengawasihewanternaknya. Selain untukdikonsumsisendri, kebanyakanhewanternak juga diperjualbelikan. Kampung Tanjung Perepat juga memilikisatupeternakanayampotongyang terletak di RT 06. Peternakaninimemasokhampirseluruhkomoditasayampotong di KecamatanBiduk-biduk. Perkembangan Produksi
Tidak ada data yang adamengenaiperkembanganproduksihewanternak di Kampung Tanjung Perepatsehinggaproduksiternaksepertitelur, daging dan jumlahternaktidakdapatdidata.
6) Bahan Galian Dan Energi
a. Jenis Bahan Galian dan Sumber Energi
Wilayah Kampung Tanjung Perepatterdapatbeberapatambangbahangalian. Semuapotensibahangalian C yang ada di Kampung Tanjung Perepatmemilikisedikitpermasalahan. Hal inidiakibatkan oleh penambanganbahangalian C yang adaberadadidekatpemukiman, galianiniadakarena sang pemiliktanahmenggunakanhaknyauntukmenambangbahangalian di tanahnya.
b. Potensi Dan Masalah
Potensiuntuktenagalistrikberbasisenergiterbarukantidakada di Kampung Tanjung Perepat. Akses jaringanlistrik PLN KecamatanBiduk-biduktidakdirasakan oleh satu RT di Tanjung Perepatyakni RT 01 Tanjung Perepat, Kalendakan. Akantetapipihakdesatelahmemberikan solar seltunggalbesertabateraimelalui dana RT, untuktahunanggaran 2017. Masalah yang adalebihcendrungada pada teknispemasangan solar panel yang masihterkenashaddingpada jam tertentu dan tidakadaada solar control charger yang diberikansehinggatidakadapengaturanbatasan maksimumlistrik yang masukkebateraisehinggabateraidapatjebolsewaktuwaktu. Adapun untukpemasangan PLN sudah di mulai pada agutus 2023semenjakpengajuandaritahun 2017dan akanmulaiaktif pada awaltahun 2024 mendatang.
7) Perumahan
a. Keadaan Rumah-rumah warga
Rumah di Kampung Tanjung Perepatmayoritasadalahrumahkayudimanasebagianbesaradalahrumahkayupanggung. Beberaparumah yang tinggaldidaerah pasang surut air lautan dalahrumahpanggungyang cukuptinggisehinggadapatbertahanwalaupunkeadaan air pasang yang cukuptinggi. Terdapat juga beberaparumah yang terbuatdari semen dan juga beberaparumah yang dulunyaterbuatdarikayulaludirehabsendiri dan di ubahmenjadibangunansemen, selainbantuanrumahsehatdaripemerintahbiasanyarumahpermaneninihanyadimiliki oleh orang-orang yang memilikikondisiekonomi yang cukupbaik. Pada tahun ini sudah ada bantuan rehab rumah dari dinas sosial dan sudah ada
beberapa rumah yang sudah mendapatkan rehabilitasi.
b. Letak dan Persebaran Rumah Warga
Letak dan Persebaranrumahwarga danfasilitas umumdapatdilihatdarigambardibawahini
Letak Rumah yang ada di Kampung Tanjung Perepat
Hampirsemuarumah yang adaterletakdidekatdenganjalanporosBiduk-bidukBatuputih,halinimungkinlebihdidasari oleh aksesjalan dan kebutuhan energy darilistrik PLN.
8) Sanitasi dan Air Bersih
a. Sanitasi Lingkungan
Uraian
RT 01
RT 02
RT 03
RT 04
RT 05
RT 06
PERMANEN
49
44
35
34
9
13
DARURAT
0
11
27
0
10
2
MCK Umum
0
2
0
5
0
0
Pada Tahun ini sebagian rumah masyarakat yg belum memiliki jamban sudah teratasi dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah Kampung Tanjung Peatdari dana APBN dan dana pribadi.
b. Limbah Sampah
Kampung Tanjung Perepatmemilikilokasi TPA dan kendaraanOperasionalpengangkutsampahdari Dinas Kebersihan dan PertamananKabupatenBerau. Dan Pada awal tahun 2020 ini pengoperasionalan TPA telah berjalan dengan menganggarkan dari ADK 2 orang pengangkut sampah yang akan dibuang ke TPA. Sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah dengan membakar atau membuang kelaut.
Kategori
RT.01
RT.02
RT.03
RT.04
RT.05
RT.06
Laki-laki
59
113
71
116
115
107
Perempuan
43
109
81
116
99
121
Jumlah
102
222
152
232
214
228
∑
Jiwa Kepala Keluarga
A. Potensi Sumber Daya Manusia
1) Pertu
1) Pertumbuhan Penduduk
Masyarakat Kampung Tanjung Perepat yang majemukterdiridaribanyaksuku, ras dan agama dimanamayoritasnyaadalahpendatang. Suku pendatangpertama yang ada di Kampung Tanjung Perepatadalahsuku Bajau. SisanyaadalahpendatangdarisukuBerau, Bugis, Mandar dan lainnya. Kampung Tanjung PerepatTerdiridari 361 KK denganjumlahpenduduksebanyak 1150 orang yang terdiridari 6 RT, Adapun rinciankependudukan di Kampung Tanjung Perepatsebagaiberikut:
2) Mata Pencaharian Penduduk
Mata Pencaharian
RT.01
RT.02
RT.03
RT.04
RT.05
RT.06
L
P
L
P
L
P
L
P
L
P
L
P
Pertanian
18
1
5
6
4
16
4
Honorer
4
2
1
1
2
Nelayan
33
31
30
1
35
23
15
Karyawanswasta
4
3
4
1
6
4
8
2
4
1
Pns
1
1
2
1
1
2
2
1
Pedagang
1
1
1
1
2
1
3
1
1
Perawat
1
1
Buruhharianlepas
24
7
19
1
11
8
5
Perang desa
2
1
1
1
1
Sopir
3
3
1
3
TukangJahit
1
1
1
Tukang Kayu
4
8
4
4
1
Sebagian besar penduduk Kampung Tanjung Perepat bekerja pada sektor pertanian disusul sektor industri secara detail mata pencahariaan penduduk Kampung Tanjung Perepatadalah sebagai berikut:
3). Pendidikan
Warga KampungTanjung Perepatmemilikiberbagaijenislatarbelakangpendidikandimanasebagaianbesarmasihmerupakanlulusan SD dan SMP sedangkanuntukgenerasimudasudahbanyakpenduduk yang kuliahbaik di BerauataupunkeluarBerauberikutadalah data kependudukan berdasarkantingkatpendidikan :
Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan
Penduduk
Tidak/Belum tamatSekolah
49
Tamat SD
1
Tamat SD
329
Tamat SLTP
128
Tamat SLTA
156
Tamat D1/D2
0
D3
12
D4/S1
21
S2
1
Jumlah
697
B. Kelembagaan Kampung
1) Lembaga Kemasyarakatan Kampung
No.
Nama Lembaga
Jumlah
Pengurus
L
P
1.
BPK
5
4
1
2.
LPM
4
3
1
3.
PKK
35
35
4.
Karang Taruna
19
16
3
5.
BUMK
3
1
2
6.
KelompokNelayan
3
7.
Kelompok Tani
5
8.
RT
6
5
1
9.
Posyandu
15
10.
Dasawisma
11.
KelompokPenjahit
1
12.
KelompokPerbengkelan
2
10
13.
KelompokPertukangan
3
18
14.
TPA
2) StrukturOrganisasiPemerintah Kampung
Struktur Pemerintahan Kampung dalam penyusunan organisasi dan tata kerja kerja pemerintahan kampung, berpedoman pada Peraturan Bupati Kabupaten Berau Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kampung. Sedangkan dalam penataan lembaga kemasyarakatan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Kampung dan Lembaga Adat Kampung.